Puisi Iin Syah
Kau: Menatapku dan berkata ini waktu yang tak sama antara kita, tak ada apa-apa lagi selain, “aku ingin bertemu berperan seakan kita hanya sahabat lama, yang ingin sekedar bersua sebentar saja bertukar sapa kemudian semua akan seperti tak pernah terjadi apa-apa”Kau: Hadir dengan didahului sebuah tanya bolehkah aku bertamu di hidupmu di hatimu di kenanganmu yang kau lipat rapat dalam belahan alam bawah sadarmu yang jauh “percayalah tak ada yang istimewa hanya perbincangan manis tentang soal-soal tipis, cerita dan kisah basa-basi.”
Kau: Ringan berucap tentang semak rasa yang kau semai di tanah basah lapisan terbawah yang telah tertimbun daun-daun jatuh ilalang-ilalang penuh masih ada tempat di hatiku atas namamu “bagaimana aku bisa bunuh itu sementara pada musimku berkelana mencumbumu di balik rerimbunan angan itu.”
Kau: Bertandang membawa perih yang tak kunjung mati di hati ini bersalam hangat kemudian sebelum pergi berucap lirih seakan sedih “terima kasih atas hari ini bersuamu membuatku menyadari ada yang salah dengan perjumpaan ini aku tak akan menemuimu lagi.”
Aku: Tersenyum mengemas semua kenangan dan ucapmu hari ini dalam selembar kertas merah hati melipatnya rapat dan menambah sedikit lagi tulisan di situ “Selalu, semua hanya tentang dirimu, perasaanmu, hidupmu… Pernahkah sekali saja kau berpikir tentang hatiku?” Kertas merah hati kurekat indah Dan berakhir di tempat pembuangan sampah seperti yang kau minta __________________________________________
Depok, 26 Oktober 2010 (Semoga ada pemulung yang mengambilnya, Mungkin akan lebih bermanfaat.)

aku hanya bisa menunduk…merasakan…
aku hanya bisa memeluk sesal dan melukiskan kata ; maaf.
lalu kujaring seribu kunang kunang
gantikan matahari tuk kembalikan hari hari yg telah kulewati.
#Iiiinnnn……………..
???
*nyambung emang?*
heheheee………..
Peace Nang, salam…….
:’( like this hiks… hiks…
Hallo Reski, pa kabar?
tengkyu…
Duh…. menyelisik banget di hati ini nih Mba. Sersa aku berada di sana, di hadapanmu saat itu
===
OOT: Wah dah di Depok nih sekarang?
Hehee…
kalo terasa di hati berarti ‘pesan’nya sampai ke pembaca…
Makasih..
Iya, udah 2 bulan di Depok…
Wow… dah 2 bulan ya? Jadi pengen ketemuan langsung nih
Boleh boleeeh….
Puisi diatas bikin suasana hati saya menjadi melow mbak
Sama, nulisnya juga ketika sedang melow.
Salam…
Dah ga berguna lagi ya, koq diserahkan ke pemulung
daripada menjadi sampah…
lebih baik diambil pemulung, di daur ulang…
*kunjungan balik*
Numpang baca… takutnya aku telah melewatkan sesuatu disini
Silaaahkan, mungkin ada…
Silakan kunjungi blog sehat di http://www.wisnuvegetarianorganic.wordpress.com/
hmm…. yasudahlah… hehehehe, nice mba… galau nan melow.. *like this poem